Petani Gula Kelimpungan, Hasil Panen Enam Ratus Ribu Ton Tak Laris Di Pasaran

Entah mesti bagaimana menyikapi situasi ini, para petani gula niscaya sedang resah gulana. Lantaran gula sudah menjadi pemanis dalam hidupnya alias untuk menyambung hidup. Namun, baru-baru ini Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mencatat bahwa ada sekitar 600 ribu ton gula petani yang tak laku, alasannya yaitu adanya regulasi Bulog yang boleh menjual gula curah ke pasar.


“Hingga kini, pedagang belum berani menyerap gula petani alasannya yaitu selain pertimbangan hukum hanya Perum Bulog yang dapat menjual ke pasaran, pedagang juga mempertimbangkan kemungkinan adanya penurunan harga jual di pasaran,” kata Sekretaris Jenderal DPN APTRI, M Nur Khabsyin dilansir dari Republika.


Pasalnya Bung, stok gula di tahun 2017 saja sudah mencapai satu juta ton. Otomatis persediaan gula konsumsi di tahun 2018 sangatlah berlebih. Mungkin juga, alasannya yaitu banyak masyarakat yang memang mengurangi konsumsi gula untuk pemakaian sehari-hari. Kemudian, impor gula konsumsi pun terjadi di tahun 2018 sebesar 1,2 juta ton yang ditambah hasil produk di tahun yang sama mencapai 2,1 juta ton. Tak hingga di situ, rembesan gula rafinasi ke pasaran pun diperkirakan bakal melonjak mencapai 800 ribu ton.


“Jika dijumlahkan seluruhnya, persediaan gula konsumsi tahun ini berkisar 5,1 juta ton,” ujarnya.


Sementara, kebutuhan gula konsumsi tahun ini diperkirakan antara 2,7-2,8 juta ton sehingga ada kelebihan 2,4 juta ton gula.


Belum ada Komentar untuk "Petani Gula Kelimpungan, Hasil Panen Enam Ratus Ribu Ton Tak Laris Di Pasaran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel